ldqyfn

Berita indonesia – FPI dan GMBI akhirnya sepakat berdamai usai keduanya sempat bersiteru dan sempat terjadi pembakaran kantor sektretariat GMBI di Desa Tegalwaru, Ciampea, Bogor, Jawa Barat.

Perjanjian damai itupun dilaksanakan langsung di Mapolres Bogor, Jum’at (13/1/2017), dengan disaksikan secara langsung oleh Kapolres Bogor AKBP AM Dicky, Komandan Kodim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Zci Dwi Bima, Ketua MUI Kabupaten Bogor Mukri Adji, serta beberapa aparat dan tokoh masyarakat Bogor.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan, mediasi mengundang kedua ormas bertikai bertujuan melakukan kesepakatan damai dan berharap konflik tidak terjadi lagi dikemudian hari.

Sementara itu, terkait pengrusakan hingga pembakaran markas GMBI Bogor, pihaknya tetap akan menindaklanjuti 20 orang tersangka yang sudah diamankan sesuai hukum yang berlaku. “Tetap akan ditindaklanjuti kasusnya sesuai hukum yang berlaku,” ujar Dicky.

Awalnya, 20 orang tersangka diduga merupakan anggota ormas FPI. Namun, Dicky meyakinkan bahwa para tersangka bukan termasuk anggota FPI. “Tidak ada permasalahan antara FPI Bogor dan GMBI Bogor. Pihak FPI menyatakan tidak ada anggota FPI terlibat aksi yang anarkis dini hari tadi,” ujar Dicky.

Dalam pernyataan perdamaian, kedua belah pihak yaitu Ketua DPC FPI, Burhanudin dan Ketua GMBI Bogor, Sambas Alamsyah sepakat untuk menyerahkan penyelesaian secara hukum kepada Kepolisian Resor Bogor.

Selain itu, mereka juga melakukan konsolidasi internal untuk memberikan imbauan kepada anggota di organisasi masing-masing agar tidak terpengaruh atau terprovokasi isu-isu yang dapat mengakibatkan meluasnya permasalahan.

Kedua belah pihak sepakat bersama-sama menciptakan situasi damai untuk menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Bogor. Ketua DPC Cibinong Bahrudin menuturkan pembakaran markas GMBI bukan instruksi dari FPI. “Itu secara responsif,” ucap dia.

Ketua LSM GMBI Bogor, Sambas Alamsyah meminta polisi menindak sekelompok massa yang sudah menghancurkan markas organisasinya. Ia juga akan meminta ganti rugi atas kerusakan tersebut. “Kerugian atas kejadian ini ditaksir mencapai 600 juta rupiah,” pungkas Sambas dikutip dari Liputan6.com dan dihimpun oleh Widiynews.com.

Baca juga : Ramalan Tahun 2017  Terbaru