ngiuqs

Berita Pilkada – Isu adanya KTP Elektronik (e-KTP) ganda menghangat beberapa waktu ini. Banyak pihak yang khawatir sebab hal itu berpotensi kecurangan saat pencoblosan. Namun pihak KPU DKI telah membantah dan menyatakan kabar tersebut adalah hoax.

Isu tersebut turut menjadi perhatian para Cagub DKI 2017. Maklum saja, mereka adalah para petarung dalam Pilgub DKI 2017. Tentu tidak ada ingin pihak yang ingin suaranya dicurangi.

Lalu, bagaimana strategi Agus Yudhoyono, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan untuk menghindari adanya kecurangan pada saat pencoblosan nanti? Berikut ulasannya.
Agus Yudhoyono

Calon Gubernur DKI nomor urut 1 Agus Yudhoyono mengatakan pihaknya telah memberikan laporan kepada KPU DKI soal adanya isu KTP ganda. Ia tidak ingin isu tersebut menodai kontestasi penyelenggaraan Pilgub DKI yang seharusnya dapat menjadi edukasi.

Saya termasuk tim tentunya telah memberikan laporan dan masukan kepada KPUD dan stakeholder lainnya. Sehingga jangan sampai ingar-bingar pilkada ini, yang menjadi sorotan seluruh Indonesia dan pengamat internasional, jangan sampai dikotori, dilukai, oleh kecurangan-kecurangan, kata Agus di Jl Wijaya I, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/2).

Agus dan tim disebut dari awal telah menggelorakan semangat antikecurangan dalam Pilkada DKI. Karena itu, menurut Agus, semua laporan yang disampaikan warga harus diberi perhatian.

Itulah yang dari awal saya dan tim gelorakan semangat, mari kita awasi bersama dan benar, indikasi itu terjadi. Ada laporan dari masyarakat. Kalau masyarakat tak dipercayai, percaya sama siapa kita?” bebernya.
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Cagub nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan adanya KTP Elektronik (e-KTP) semua warga memiliki hak yang sama dalam Pilkada walaupun tidak terdaftar sebagai pemilih di TPS.

Kalau dulu, oknum RT bisa nggak mau kasih surat pilih. Nah, setelah saya masuk komisi dua, kita sudah ngebahas masalah e-KTP. Jadi sekarang siapapun yang nggak dapat kartu undangan, tapi punya e-KTP dia boleh datang milih. Kalau dulu kamu bawa KK pun, bawa KTP pun ke TPS, kalau nama kamu nggak ada di undangan, kamu ditolak,” kata Ahok usai blusukan di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (8/2).

“Kalau sekarang nggak boleh ditolak. Nah ini yang kita satu hal lebih baik,” lanjutnya.

Saat masih di Komisi II DPR RI, lanjut Ahok, dirinya bahkan pernah mengusulkan saran yang menurutnya lebih baik. Saat itu Ahok mengusulkan, warga yang tidak memiliki undangan, e-KTP maupun yang tidak terdaftar di TPS bila ikut memilih.
Anies Baswedan

Cagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menanggapi isu KTP ganda yang marak belakangan ini. Isu tersebut telah menjadi perhatian tim Anies-Sandi sejak isu ini belum ramai dibicarakan.

Pihak Anies-Sandi sendiri terus menyiapkan langkah antisipasi dengan melakukan pengawasan di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Dia juga mengundang warga untuk turut aktif mengawasi proses pencoblosan dan perhitungan suara.

Dengan cara bergantian di TPS, jangan sampai kosong, kalau ada orang tidak dikenal ditanya dari mana, kalau mencurigakan dilaporkan, sehingga kita terhindar dari segala macam manipulasi,” ucap Anies di Jalan Tanjung Wangi RT 01 RW 12, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (6/2/2017).

 

 

Baca Juga : Prediksi Togel SD Sydney