ty46c2

Berita Indonesia – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hari ini kembali menjalani sidang dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan. Agenda hari ini mendengarkan keterangan empat saksi ahli yang akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Ada dua ahli pidana dan bahasa,” ujar kuasa hukum Basuki, Sirra Prayuna, melalui pesan singkat kepada Beritaindonesi4.com, Minggu (12/2/2017) malam.

Adapun menurut pengacara Basuki alias Ahok yang lain, Ronny Talapessy, keempat saksi yang akan dihadirkan oleh JPU tersebut adalah Prof Dr Muhammad Amin Suma yang merupakan ahli agama Islam, ahli hukum pidana Dr Mudzakkir dan Dr H Abdul Chair Ramadhan serta ahli bahasa Indonesia Prof Mahyuni.

Prof Dr Muhammad Amin Suma merupakan ahli agama Islam, yang melaksanakan tugas menjadi ahli berdasarkan surat tugas dari MUI tanggal 8 November 2016,” ujar Ronny.

Sidang diagendakan dimulai pukul 09.00 WIB. Sidang kali ini merupakan sidang yang ke-10.

Pada sidang Selasa (7/2) lalu hakim telah mendengarkan dua orang saksi fakta, yakni Jaenudin dan Sahbudin yang merupakan nelayan Kepualauan Seribu. Dua ahli yang dihadirkan dalam sidang tersebut Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Mabes Polri AKBP M Nuh Al Azhar sebagai ahli forensik. Didengarkan pula pendapat dari anggota Komisi Fatwa MUI Hamdan Rasyid.

Kedua nelayan Kepulauan Seribu itu mengaku tidak memperhatikan saat Ahok menyinggung soal Al-Maidah ayat 51 dan baru sadar ada pro kontra ketika sudah ramai. Sementara itu AKBP M Nuh Al Azhar mengatakan tidak ada video Ahok yang diedit dan membenarkan pada rekaman konferensi pers di NasDem Ahok mengucapkan Al-Maidah. Sementara itu kuasa hukum Ahok menolak meminta pendapat anggota komisi fatwa MUI Hamdan Rasyid.

Sebelumnya Hakim Dwiarso mengatakan sidang Ahok diputuskan digelar hari Senin (13/2) karena alasan penjagaan keamanan. Sebab, pengamanan pada hari Selasa (14/2) disebut sudah beralih ke pengamanan tempat pemungutan suara Pilkada DKI.

Karena pihak pengamanan sudah beralih menjaga TPS pada hari Selasa, maka sidang akan kita lanjutkan pada Senin,” ujar Dwiarso pada Selasa (7/2) .

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena penyebutan Surat Al-Maidah ayat 51 saat bertemu dengan warga di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Jaksa menyebut, meskipun kunjungan tersebut tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta, Ahok sudah terdaftar sebagai salah satu cagub.

 

Baca Juga : Prediksi Togel HK Hongkong