x19tqq

Berita Politik – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengapresiasi soal meningkatnya partisipasi warga dalam Pilgub DKI. Menurutnya, masyarakat semakin sadar untuk memberikan hak suaranya.

Bagus, artinya masyarakat makin sadar untuk memberikan hak suaranya,” ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (17/2/2017).

Mengenai masalah hak pilih warga yang tidak bisa milih, Ahok mengatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat mengatasi persoalan tersebut. Ia menyontohkan saat peristiwa di Bangka Belitung tahun 2007 silam.

Saya kira KPU bisa mengatasi, memang dari dulu di Komisi II selalu begitu. Ini pengalaman di Babel 2007 juga sama,” ucapnya.

Sebelumnya, peneliti Indikator Politik Indonesia Rizka Halida menyebut tingkat partisipasi warga DKI Jakarta dalam pilkada 2017 meningkat dibandingkan pada pilkada tahun 2012.

Dari penelitian Indikator, tingkat partisipasi pada pilkada 2017, yang pemungutan suaranya dilakukan hari ini, sebesar 80,16 persen. Sedangkan pada pilkada 2012, tingkat partisipasi tercatat 64 persen di putaran pertama dan 66 persen pada putaran kedua.

(Tingkat partisipasi warga) dari perolehan quick count (2017) 80,16 persen. Keterangan KPU pada Pilkada DKI 2012, tingkat partisipasi (warga) 64% di putaran pertama dan 66% di putaran kedua,” jelas Rizka di kantornya, Jalan Cikini V, Jakarta Pusat, Rabu (15/2).

Begitu pula mengenai rekapitulasi penghitungan suara Pilkada DKI Jakarta sudah mencapai 93 persen. Angka golput masyarakat DKI Jakarta sementara ini mencapai 23 persen. Angka ini masih bisa berubah hingga nanti penghitungan mencapai 100 persen.

Dikutip dari situs resmi KPU, pilkada2017.kpu.go.id Jumat (17/2), warga Ibu Kota yang memilih golput atau tidak ikut serta pada pemungutan suara kali ini mencapai 1.570.185 jiwa. Perincian angka itu, yakni 853.019 laki-laki dan 712.406 perempuan.

 

 

Baca Juga : Prediksi Togel SGP Singapura