ahok ahok

Berita Indonesia  Ahok kembali berulah! Calon Gubernur petahana ini dengan sengaja melempar botol air mineral keatas meja sambil berteriak. Gubernur yang kerap membuat orang panas kuping karena ucapannya, kini tertangkap kamera melemparkan botol dengan cukup keras keatas meja.

Bottle Flip Challenge atau tantangan membalikkan botol sudah populer beberapa waktu yang lalu dicoba dilakukan oleh Ahok. Nampaknya Ahok ingin mengikuti gaya anak muda, dengan melakukan challenge tersebut. Para sapi-sapian pasti sudah seneng membaca judulnya, tapi maaf harus Om Batman PHP’in.  JEBAKAN BATMAN!!! HAHAHA!!!

Permainan ini mengharuskan pemainnya untuk melempar botol satu putaran keatas permukaan meja atau lainnya dan botol tersebut harus jatuh dalam keadaan tegak.

Jika botol tidak berdiri tegak setelah lemparan satu putaran maka dianggap gagal. Tantangan ini sebenarnya cukup sulit dilakukan, butuh konsentrasi tinggi dan juga menggunakan perhitungan yang akurat serta teknik memutar botol yang tepat agar berhasil. Tidak semua orang bisa melakukannya.

Kita bisa melihat banyak video-video Bottle Flip Challenge yang tersebar di Instagram, Youtube bahkan 9gag. Beberapa diantaranya benar-benar ajaib dan mengherankan.

Tak hanya orang biasa, banyak orang terkenal yang ikut tantangan ini. Video Ahok yang diposting pemilik akun ‘Lumban Gaol Debora’ ikut tantangan Bottle Flip pun jadi viral. Di video kali ini Ahok terlihat memakai polo shirt warna hijau dan celana hitam.

Ia mencoba melempar botol air mineral berlabel biru. Dalam sekali lempar, ternyata ia berhasil membalikkan botol itu!

Ahok pun langsung mengekpresikan keberhasilannya dengan mengangkat kedua tangannya. Sesaat setelahnya, terdengar riuh suara orang-orang. Netizen juga ramai-ramai mengomentari. Rata-rata mereka menganggap Ahok beruntung.

Lucu juga melihat ekspresi Ahok saat berhasil melakukan tantangan tersebut, belum lagi ia mengeluarkan suara seperti sedang Kung Fu.

Menarik memang melihat pejabat kita yang satu ini, terlihat begitu santai padahal ia sedang menghadapi banyak tekanan. Nampaknya ia benar-benar santai soal Pilkada ini, tidak seperti seorang Gubernur yang telah menikmati berbagai fasilitas menjadi Gubernur sehingga ingin mempertahankan posisinya, kalau perlu ajak artis atau pengusaha supaya bisa dua periode. Ahok justru sebaliknya, ia masa bodoh, terpilih sukur gak ya gak apa-apa. Toh dari segi harta ia sudah berlebih, ia punya anak-anak yang sudah besar dan seorang istri yang cantik serta pintar bermain celo. Mau apa lagi sebenarnya?

Saya juga kadang gak habis pikir, dengan daftar kekayaan yang ia laporkan, ngapain sih dia capek-capek jadi Gubernur? Kenapa gak jadi pengusaha aja trus cari uang sebanyak-banyaknya? Tapi ia memilih untuk berada disamping Jokowi bersama sama melawan mafia dan koruptor. Demi siapa?

 Demi rakyat. Ia babak belur dihajar banyak orang, ia dihina-hina, dimaki-maki. Entah bagaimana perasaan dia, apakah pernah ia menangis? Bagaimana dengan Bu Vero? Bagaimana rasanya melihat orang yang ia cintai difitnah, dimaki, bahkan ingin dibunuh hanya karena ia cina? Bayangkan bagaimana geramnya kita saat ada orang lain memaki, menghujat dan memfitnah ayah kita, mungkin itu perasaan anak-anaknya Ahok.

Sadarilah bahwa Ahok itu dihajar sedemkian kerasnya karena ia menolak untuk sama dengan mereka. Sama-sama mencuri uang rakyat. Ahok menolak e-KTP yang ramai-ramai diperebutkan oleh para koruptor bagai serigala-serigala lapar berebut memakan seekor kambing. Ahok melawan serigala-serigala itu untuk melindungi warganya. Ia habis dicakar-cakar, digigit tapi tetap berdiri tegar didepan warganya.

Lalu menjadi aneh buat saya ketika ada orang-orang yang justru membantu serigala-serigala tersebut. Dengan mudah diperdaya oleh para koruptor dan mafia untuk menyerang Ahok melalui berbagai cara. Hanya karena ia Cina kah kalian lupa berterimakasih? Hanya karena ia Nasrani kah kalian ikut menyerangnya? Padahal yang ia inginkan hanyalah agar warganya bisa hidup sejahtera. Relokasi kalian bilang gusur, ia membentak pada gerombolan serigala itu lalu kalian bilang mulut jamban.

Jika ada gerombolan orang yang ingin mencuri harta dirumah mu, apakah kamu akan bersopan santun pada dia? Atau kamu akan teriak dan memaki dia? Lagi pula ia hanya Gubernur bukan ulama, seharusnya ulama yang berkata-kata paling halus dan paling sopan.

Rasanya tidak perlu diceritakan mengenai jasa-jasa beliau pada umat muslim. Membangun mesjid, memberangkatkan haji atau umrah dan sebagainya. Kalau diceritakan juga percuma saja, kalian gak akan percaya. Belum lagi soal inovasinya dalam membangun Jakarta, ah sudah lah pasti akan dianggap hoax belaka oleh para pecinta media abal-abal.

Saya hanya berharap warga Jakarta tidak menyesal kelak jika pada akhirnya Ahok harus kalah karena ia Cina dan Nasrani. Saya berharap jangan sampai warga Jakarta suatu hari kelak bermimpi dipimpin oleh Ahok lagi atau orang seperti dirinya, karena di Indonesia orang seperti Ahok itu jarang.

Coba bayangkan, apa sih enaknya jadi Gubernur seperti Ahok? Tiap pagi diserbu warganya yang berdatangan mengadu hingga siang, lalu blusukan, belum lagi di demo. Pernah kah kita kerja seperti itu? Sungguh bukan pekerjaan yang menyenangkan tapi ia mau demi warganya, demi Jakarta.

Padahal ia bisa memilih kehidupan yang tenang bersama keluarganya, bersama anak-anaknya. Berapa orang Indonesia yang mau seperti itu? Gak ada…gak bakalan ada lagi orang seperti Ahok dalam waktu dekat.