anies-baswedan-tertawa-300x169Berita Indonesia – Benar kata Anies bahwa dirinya memang sering lucu-lucuan. Dilaporkan ke Polisi dibilang lucu-lucuan. Program DP 0 Rupiah, juga dibilang lucu-lucuan. Saya akui di Putaran Kedua ini banyak tingkah-tingkah lucu Anies yang cukup menggelikan.

Bagaimana tidak lucu, Djarot pakai peci saja dipermasalahkan dibilang nyontek. Padahal Djarot sejak menjadi bupati Blitar sudah pakai peci. Peci adalah lambang kebangsaan. Siapa pun boleh pakai peci. Wajar jika Djarot kemudian menganggap Anies seperti anak kecil. Urusan pakai peci saja dipermasalahkan. Hehe

Kali ini saya menemukan kelucuan Anies beserta kebingungan untuk mencerna maksud dari perkataan Anies. Berikut infomasinya.

Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan berkampanye di Palmerah, Jakarta Barat. Ada seorang warga menananyakan kesamaan programnya dengan milik gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pak saya mau tanya, kenapa sekarang banyak program yang sama. OK OCE ditiru, main basket ditiru. Sebenarnya yang meniru, yang KW siapa, Pak? Saya nggak mau milih gubernur KW,” kata salah seorang warga, Tia (27), di Jalan Haji Rausin, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (25/3/2017).

Mendengar hal tersebut, Anies tertawa dan menjelasakan programnya ditiru karena dianggap baik. Ia mengatakan tidak mungkin programnya akan ditiru bila tidak bermanfaat bagi warga.

Sebenarnya bagi kami kalau sesuatu ditiru, berarti programnya diakui baik, mungkin nggak yang jelek ditiru? Nggak mungkin. Program ditiru karena programnya bagus dan dianggap bermanfaat bagi warga,” katanya.

Anies mengatakan masih mempunyai banyak program lainnya bagi warga. Ia berjanji akan segera mengeluarkan program unggulannya tersebut.

“Pakai peci ditiru, Alhamdulillah. Jangan khawatir kita masih punya stok hal baru dan terobosan kita banyak. Kita masih banyak stok yang belum dikeluarin semua,” katanya.

Jujur saya gagal paham dengan percakapan Anies dengan warga. Saya bingung yang ngaco yang nanya apa yang menjawab? Berikut kengacoan mereka.

Pertama, si penanya yaitu seorang warga yang bernama Tia (27). Dia bertanya, “Pak saya mau tanya, kenapa sekarang banyak program yang sama. OK OCE ditiru, main basket ditiru. Sebenarnya yang meniru, yang KW siapa, Pak? Saya nggak mau milih gubernur KW,

Dari pertanyaannya saja sudah salah. Dia menanyakan siapa gubernur KW kepada Anies. Ini pertanyaan yang tidak perlu dijawab. Gubernur saat ini yang sah adalah Ahok. Mengapa harus ditanyakan? Tidak ada gubernur KW. Karena Anies pun tidak bisa disebut Gubernur KW karena belum pernah jadi gubernur Jakarta. Hehe

Tentang program yang sama, saya rasa pembaca seword.com telah mafhum siapa yang sebenarnya meniru adan ATM. Sudah banyak penulis yang mengulas tentang program Anies yang meniru Ahok, salah satunya adalah KJP, dan tentang pendirian bioskop murah. Kemungkinan besar si penanya memang jarang melihat berita atau dapat berita dari media abal-abal sehingga berkesimpulan Ahok yang meniru program Anies.

Logika sederhana, buat apa Ahok meniru program Anies yang belum satu pun terealiasi? Yang ada karena melihat program Ahok berjalan baik serta diterima masyarakat, maka Anies kemudian melakukan ATM (amati, tiru, modifikasi). Ada-ada saja. Sungguh sangat lucu. Hehe

Saya malah punya dugaan bahwa sebenarnya si penanya itu sedang menyindir Anies tapi Anies yang tidak peka dan menyadarinya. Si penanya sebenarnya sedang mengejek Anies yang suka mencontek program Ahok dengan bahasa satir.

Namun bukannya tersndir, Anies malah merasa percaya diri banget karena telah dianggap programnya dicontek oleh Ahok. Jika sudah seperti ini, semakin membuktikan bahwa Anies belum apa-apa sudah merasa bangga seolah-olah programnya didukung oleh masyarakat. Hehe

Dengan jumawa Anies mengatakan “Sebenarnya bagi kami kalau sesuatu ditiru, berarti programnya diakui baik, mungkin nggak yang jelek ditiru? Nggak  mungkin. Program ditiru karena programnya bagus dan dianggap bermanfaat bagi warga.

Jujur ketika mengatakan ini saya merasa Anies sedang lupa atau tidak menyadarinya. Bagaimana mungkin programnya diklaim baik padahal realisasinya masih nol dan belum terbukti satu pun?

Sebenarnya perkataannya ditujukkan untuk diri sendiri. Dia seperti sedang mengatakan bahwa karena program Ahok baik dan bermanfaat untuk masyarakat, maka dia meniru program Ahok.

Yang pasti, program Ahok sudah terbukti, sedangkan program Anies masih nol. Jika ada yang mengatakan Ahok yang sudah terbukti dan teruji kemudian meniru program Anies yang masih nol pembuktiannya kemungkinan dia sedang bercanda atau mengigau, atau kemungkinan lain dia adalah penghuni bumi datar. Hehehe

Baca Juga : Prediksi Togel HK Hongkong

 photo banner-tiger-toto_zps8yelpyp5.gif