wYZnF4JqTi

Berita Indonesia  Debat antara Ahok dengan Anies tadi malam diacara ‘Mata Nazwa’ sungguh sangat seru. Keduanya beradu argumen. Dalam perdebatan tadi malam, Ahok masih sama seperti yang dulu, ia ngomong selalu pakai data dan fakta.

Begitu juga dengan Anies, bekas Menteri dipecat itu juga sama seperti yang dulu, Anies kalau ngomong selalu ngawur sebab minim data dan tak sesuai dengan fakta. Pembawaan Anies sangat tidak layak jika dijadikan gubernur, sebab ia lebih pantas menggantikan Mario Teguh diacara Golden Ways, Metro TV.

Ahok selalu blak-blakan apa adanya, sedangkan Anies suka basa-basi. Sebab Anies hanya pandai beretorika dan kerja nol besar. Tapi menurut saya debat tadi malam cukup menarik untuk ditonton. Apalagi ada pernyataan Anies yang mampu membuat saya terkejut dan geleng-geleng kepala. Dan disini saya tertarik untuk membahasnya.

Saya terkejut dengan pernyataan Anies tadi malam, Anies mengatakan bakal memecat Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta. Anies beralasan Ahok tidak pecus kerja jadi menurut Anies, Ahok pantas untuk dipecat.

Dalam acara Mata Najwa, pembawa acara Najwa Shihab sempat menyebut bahwa persepsi kepemimpinan Ahok adalah ceplas ceplos, apa adanya, mudah marah, dan mudah memecat anak buah.

Sedangkan Anies dipersepsikan santun, tidak tegas, dan tidak berani pecat anak buah.

Menjawab hal itu, Anies menyebut dirinya tengah berusaha memberhentikan Ahok dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Tidak mungkin memecat anak buah? Sekarang saja saya sedang berusaha memberhentikan Pak Basuki dari gubernur. Jadi bagaimana kita enggak berani (pecat), apalagi anak buahnya, gubernurnya aja mau diberhentiin,” kata Anies.

Jawaban Ahok membuat Anies malu

Menjawab Anies, Ahok menjelaskan pihak yang bisa memecat dirinya adalah warga Jakarta.

Kontrak saya sampai Oktober 2017. Dalam hal ini, saya memang anak buahnya Pak Anies. Karena saya pelayan warga Jakarta, jadi kalau (Anies) mau mecat saya, bukan sebagai calon gubernur tapi sebagai warga DKI,” kata Ahok.

Jawaban Ahok itu membuat Anies malu dan tak berkutik. Saya mengamati muka Anies memerah saat Ahok memberikan jawaban yang cukup pedas itu.

Saya merasa Aneh saja. Memangnya Anies siapa kok mau mecat Ahok? Dianya saja mantan menteri yang gagal, alias habis dipecat. Dan pernyataan Anies seperti itu sama saja telah memperlihatkan ambisinya untuk merebut kursi DKI Jakarta satu.

Pun itu sama halnya Anies telah menelanjangi dirinya sendiri dimedia massa. Dengan pernyataannya itu Anies pasti menyesal, namun ya percuma saja sebab nasi sudah menjadi bubur. Anies tak mungkin bisa menarik omongannya itu.

Saya sih maklum saja, jika Anies sangat berambisi ingin jadi gubernur, karena dia sudah tak punya pekerjaan lagi setelah dipecat oleh Pakde Jokowi dari jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI.

Berambisi jadi gubernur boleh, namun caranya juga harus sportif

Tentunya kita tahu, kubu Anies selalu menghalalkan banyak cara untuk mengalahkan Ahok. Mulai dari pelintiran Qs. Al-Maidah ayat 51 sampai penolakkan pemakaman mayat bagi pendukung Ahok.

Cara yang dipakai seperti itu sangat kampungan dan merugikan banyak pihak. Warga pendukung Ahok harus selalu diancam dengan ancaman yang cukup serius, yakni mengusir jenazah bagi pendukung Ahok.

Sungguh ini sangat bertentangan dengan nilai Pancasila, terutama bunyi Pancasila perikemanusiaan dan perikeadilan. Yang dimana kubu Anies masih menempatkan kepentingan politik diatas segalanya.

Gus Dur juga pernah mengatakan, “Yang lebih penting dari politik adalah perikemanusiaan,”. Artinya Gus Dur menghimbau kepada kita semua agar menempatkan rasa kemanusiaan diatas kepentingan politik.

Kemudian juga yang dikatakan Gus Dur tersebut sangat dan sangat bertentangan dengan apa yang dilakukan kubu pemenangan Anies dan Sandi saat ini.

Melihat situasi seperti ini, saya jadi sangat yakin jika pasangan Anies-Sandi menang, kemungkinan besar kemenangan didapat dengan cara yang super curang.

Terakhir saya mengingatkan soal aksi tiga angka besok pada tanggal 31 Maret, aksi itu sebenarnya bukan membela agama dan Ulama, melainkan membela Anies-Sandi agar menang menjadi gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga : Prediksi Togel HK Hongkong

 photo banner-tiger-toto_zps8yelpyp5.gif