1153711009

Berita Indonesia  Anies menang debat, begitulah klaim sepihak dari pendukung sebelah. Setelah debat kemarin langsung buru-buru mengklaim Anies menang. Mengklaim itu hal biasa bagi penduduk bumi datar, wong umat Islam yang 85% di Indonesia aja mereka klaim kok.

Demo cuman sekian ratus rebuan di klaim jutaan kok, sampai jadi bahan ketawaan se-Indonesia. Buat penduduk bumi datar gak penting benar atau tidak yang penting bangun dulu opini itu walaupun salah. Bumi bulat saja diklaim datar…..

Acara debat kali ini jelas acara untuk membandingkan program. Jadi kalau mau lihat siapa yang menang dalam debat ini ya lihat program yang mereka perdebatkan. Saya belum menemukan satu pun ulasan terkait program dari kubu bumi datar yang meng-klaim menang itu. Tapi selalu ulasannya, Ahok panik lah, Anies tenang, serangan-serangan telak Anies, dan sejenisnya. Dan itu semua dengan mudah ditepis,

Ahok panik? Justru saya perhatikan Anies yang sering terlihat minum. Ahok santai saja ketawa-ketawa, bahkan menit awal aja dia sudah membuat penonton tertawa dengan kalimat “Saya mesti duduk apa berdiri nih? Hihihi”. Sedangkan Anies justru terlihat tegang sekali, gak tertawa, senyum pun kecut, mukanya ditekuk beberapa kali menarik nafas panjang.

Saya mencatat sedikitnya ada 22 serangan Anies kepada Ahok yang bisa saya bagi menjadi empat dimensi aja.

  • Ahok Gak Kerja/Kerja di akhir-akhir.
  • Ahok Tidak Berpihak Pada Rakyat Kecil.
  • Ahok Sumber Masalah.
  • Ahok Emosional.

Ke-empat dimensi tersebut sebenarnya dipaksakan dan tanpa dasar yang jelas. Kenapa? Data survei jelas-jelas menyebutkan bahwa 70% lebih warga Jakarta puas terhadap kinerja Pemprov DKI. Itu survei diadakan sebelum Pilkada, jadi bagaimana bisa kepuasan tinggi tapi disebut tidak berpihak dan hanya kerja diakhir-akhir? Saya yakin kalau survei itu diadakan hari ini, kepuasannya pasti bisa 85% lebih kok. Dan dengan angka 70% itulah Anies terdiam lalu hanya bisa “Saya rasa tidak perlu ditanggapi karena itu hanya apologi”. Yup dia ngeles lagi, itu bukan apologi, datanya jelas dan kontradiksi dengan tuduhan Anies. Anies disuruh menjelaskan kenapa bisa begitu, tapi dia gak bisa.

Gak percaya? Tonton lagi sana yang lengkap di Youtube dan resmi dari metro tv, karena rekaman acara tersebut hak cipta Metro tv.

Ahok sumber masalah? Ini juga lucu. Ahok juga sudah bilang, pengadilan masih berjalan kok dia yang disalahkan?  Ahok mereka sebut penista agama padahal putusan pengadilan juga belum. Saksi-saksi ahli justru banyak yang meringankan Ahok, baik dari kalangan ahli hukum, ahli bahasa dan ahli agama. Jadi jangan main klaim Ahok sumber masalah, bisa jadi kalian ini sumber masalah yang terus ngotot memaksakan kehendak.

Ahok emosional? Justru ketika debat yang terlihat emosional itu Anies. Ahok ketawa-ketawa aja, gak terpancing untuk marah. Padahal kalau dia mau Anies bisa habis dia serang dari mulai masalah hukum, gak konsisten, haus kekuasaan, dipecat dari menteri, dan sebagainya. Penonton juga bisa melihat, begitu banyak peluang Ahok untuk menyerang tapi tidak dia gunakan. Ahok memilih untuk lebih fokus pada program saja daripada banyak-banyak menyerang.

Jadi jelas tuh, serangan Anies sebenarnya sudah ditepis oleh Ahok saat debat. Kalau menang/kalah ditentukan dari jumlah banyak serangan, dan keras tidaknya serangan, mending nonton UFC aja sana.

Masuk keprogram, jelas Anies babak belur disini. KJL yang dikatakan Anies “Kok baru sekarang dipikirkan” ternyata sudah ada TransJakarta Care sejak dulu, dan berbagai bantuan lansia dari dana operasional Ahok. KJP vs KJP Plus? Jelas KJP Plus tidak mendidik, lah Anies sendiri bilang kok kalau mengembalikan anak putus sekolah itu sulit, justru KJP bisa jadi motivasi supaya anak kembali bersekolah, bukan malah sudah putus sekolah lalu dikasih uang, tunai pula.

Dibagian  ini pula Anies gagal paham, Ahok bicara dua hal berbeda antara KJP untuk anak sekolah dan program-program paket untuk anak putus sekolah, sementara Anies menuduh KJP dimodifikasi diakhir masa jabatan dan dengan pedenya memperlihatkan Pergub yang belum diubah. Entah Anies gagal paham atau dia ingin membangun persepsi bahwa Ahok melakukan variansi diakhir masa jabatan seperti yang selalu dia tuduhkan. Tapi mudah saja sih, kok bisa kepuasan warga Jakarta sampai 70% lebih?

Masalah perumahan, jelas Anies babak belur sampai harus minum berkali-kali. Kerongkongannya kering tanda orang panik. DP 0 rupiah? atau DP 0%? Rumah 350 juta di tengah Jakarta? Cek web123? Banyak yang sudah cek dan hasilnya hanya 5% saja dari rumah yang dijual di Jakarta dengan harga dibawah 350 juta. Sedangkan kebutuhannya ada 1,3 juta rumah. Belum lagi soal anggaran yang gak masuk dalam hitungan, belum lagi masalah pendanaan, mana ada bank yang mau tanpa DP dan tanpa bunga.

Sesi lain pun begitu, Anies kalau gak akhirnya ngeles, ya serangan dia mental lagi. Transportasi terintegrasi dilakukan bertahap mengingat angkot sudah banyak jumlahnya. Dan itu bukan ide Anies karena sudah ada undang-undangnya sejak 2009 soal integrasi ini.

Intinya secara substansi debat Anies kesulitan, ide dia hanya diawang-awang dan selalu mental kembali oleh Ahok yang tahu persis di lapangan seperti apa. Ini ibarat debat antara dosen yang hanya tau teori dan seorang praktisi yang telah mengadopsi teori-teori di kelas ke lapangan, jelas lah si dosen pasti kalah.

Baca Juga : Prediksi Togel SGP Singapura

 photo banner-tiger-toto_zps8yelpyp5.gif