7-novel_bamukmin_riset-718x452

Berita Indonesia – Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Chaidir Bamukmin menilai, tidak ada yang salah dari pengusiran calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Masjid Jami Al’Atiq.

Menurutnya, pengusiran itu pantas dan wajib dilakukan. Ia juga menyebut jika jamaah yang mengusir Djarot adalah orang-orang yang paham akan agama.

Hal itu karena, Djarot berpasangan dengan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang bukan muslim, apalagi seorang terdakwa kasus dugaan penistaan agama.

“Yang mengusir itu gak salah. Artinya justru yang mengusir itu yang ngerti. Cuma kan dampaknya negatif, konotasinya jelek. Padahal kalau ditelusuri, orang munafik udah gak boleh masuk masjid lagi, diusir pantas, bahkan wajib,” kata Habib Novel kepada Beritaindonesi4.com, Minggu (16/4/2017).

Kalau mau ibadah, di masjid yang sekelompoknya aja, si Djarot kalau dikelompok umum itu udah gak bisa masuk. Bahkan kalau dimana-mana diusir, emang itu bukan tempatnya lagi,” tandas Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu.

Sebelumnya, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat, diusir oleh sejumlah jamaah seusai ia menjalankan salat Jumat di Masjid Al-Atiq, Kampung Melayu, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (14/4/2017).

Meski mengalami peristiwa yang tidak mengenakan, namun mantan Wali Kota Blitar itu justru mendoakan mereka yang tidak menyukainya, agar mendapatkan hidayah.

“Saya sudah sampaikan untuk selalu bersabar dan memaafkan siapa pun juga yang memperlakukan kita seperti itu. Saya berdoa supaya diberikan betul hidayah dalam dirinya, pencerahan dalam dirinya,” ujar Djarot, Jumat (14/4/2017).

 

Baca Juga : Prediksi Togel SD Sydney

 photo banner-tiger-toto_zps8yelpyp5.gif