962-pengamat_politik_arbi_sanit_netralnewsadiel_manafe-718x452

Berita Indonesia Pengamat politik Arbi Sanit mengatakan, kepergian Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Arab Saudi adalah sebagai upaya melarikan diri dari berbagai kasus yang menjeratnya.

Arbi juga menduga polisi memegang bukti kuat soal kasus yang menjerat Habib Rizieq, sehingga sangat sulit baginya untuk mengelak dari berbagai jeratan hukum.

“Saya pikir dia mencoba melarikan diri dari tuntutan hukum. Dia kabur, karena tuduhan hukumnya udah telak, hina Pancasila, menghina agama lain, kasus seks, menghasut, banyak banget tuduhan sama dia,” kata Arbi kepada Beritaindonesi4.com, Rabu (3/5/2017).

Ditambahkan Arbi, kalaupun Habib Rizieq kabur dan tidak bisa memenuhi panggilan polisi, maka ada kemungkinan dia dijemput paksa dan langsung ditahan.

“Jadi dia berasa, makanya kabur. Dia gak bisa mengelak lagi, kalau dia dipanggil lagi dan tidak datang kan bisa ditahan. Kalau dia gak datang lagi kan dijemput paksa,” katanya.

Namun demikian, dikatakan Arbi, ada sisi positif jika benar Habib Rizieq kabur. Yakni berkurangnya provokator yang mengacaukan bangsa ini.

“Tapi ada bagusnya dia kabur. Bagusnya dia gak ngerecohkin Indonesia. Biar Indonesia kurang tukang hasut,” tegas Arbi.

Sebelumnya, santer diberitakan jika Habib Rizieq pergi ke Arab Saudi. Ada dua isu yang muncul, yakni ia pergi karena menghindari kasus-kasus yang menjeratnya, kemudian ada juga isu yang menyebut kepergian Habib Rizieq ke Arab Saudi karena mendapat teror berupa penembakan ke arah kediamannya di kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Adapun berbagai kasus yang menjerat Habib Rizieq di antaranya, dugaan penghinaan Pancasila yang dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri, atas pernyataan Pimpinan FPI itu bahwa Pancasila Soekarno, Ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta, Ketuhanan ada di kepala.

Habib Rizieq juga dipolisikan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) atas ceramahnya di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Minggu (25/12/2016), yang diduga telah melakukan penistaan agama.

Selanjutnya, Kelompok Solidaritas Merah Putih dan Jaringan Intelektual Muda Anti-Fitnah (JIMAF) melaporkan Rizieq karena mengeluarkan ujaran kebencian (hate speech) dengan menyatakan ada gambar palu arit di uang rupiah.

Ada juga dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Habib Rizieq, lantaran menyebut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan ‘berpangkat jenderal berotak hansip’. Pernyataan Habib Rizieq ini langsung dilaporkan oleh seorang hansip bernama Eddy Soetono (62).

Kemudian Pendeta Max Evert Ibrahim Tangkudung asal Minahasa, Manado, Sulawesi Utara, juga melaporkan Habib Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya, pada akhir Januari 2017 lalu, karena diduga mengeluarkan ancaman membunuh pendeta-pendeta. Ancaman pembunuhan yang dilontarkan Habib Rizieq ketika berorasi pada acara FPI, 2016 lalu.

Tak cukup sampai disitu, Habib Rizieq juga terlibat kasus percakapan WhatsApp berkonten pornografi, yang diduga dilakukan oleh Habib Rizieq dan Firza Husein.

 

Baca Juga : Prediksi Togel HK Hongkong

bandar-togel-online-terpercaya