462-habib_rizieq_netralnewsadiel_manafe-718x452

Berita Indonesia – Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) sekaligus penasehat hukum Habib Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro, menyampaikan bahwa kliennya merasa kesal karena terus ditekan dan dikejar oleh pihak kepolisian.

“Kenapa semua (kasus-red) dilimpahkan ke Habib Rizieq? Ini Habib Rizieq agak kesal,” kata Sugito di Jakarta.

Menurutnya, semua kasus yang dituduhkan kepada Rizieq adalah fitnah, misalnya seperti Habib Rizieq yang disebut-sebut menyuruh Muchsin menyembunyikan handphone, lalu soal kasus pornografi yang bahkan sampai sekarang penyebarnya tidak diungkap.

“Kita tidak berlebihan dan ini kalau misal kriminalisasi terhadap beberapa ulama dan habaib, sudah keterlaluan, nanti kan yang akan mensikapi itu kan sebenarnya masyarakat, bukan Habib (Rizieq),” katanya.

Sebelumnya, ia menyampaikan Imam Besar FPI Habib Rizieq menganggap bahwa hukum di Indonesia digunakan oleh penguasa untuk melakukan balas dendam. “Jadi begini, sebenarnya Habib kemarin mau balik (ke Indonesia-red) tapi ketika hukum sudah menjadi alat kekuatan dan alat politik, Habib berpikir, ‘Oh ini harus ada strategi baru untuk melawannya.’,” kata Sugito.

Menurutnya, Habib Rizieq merasa penguasa kalap dan menggunakan instrumen kepolisian untuk menekannya. “Kalapnya untuk kasus Ahok kalah dan Ahok dipenjara, itu saja,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa polisi memaksakan status Rizieq, dimulai dengan jemput paksa, kemudian ditingkatkan jadi tersangka, dan lainnya.

“Ketika bahasan pokoknya harus diperiksa, pokoknya harus dijemput paksa. Pokoknya harus ditahan, pokoknya harus ditingkatkan jadi tersangka, padahal hukum itu harus adil untuk semua orang,” tuturnya.

Baca Juga : Prediksi PS PCSO

 photo banner-tiger-toto_zps8yelpyp5.gif