lieus

Berita Indonesia – Kamis malam (25/5/2017), Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, turut ambil bagian dalam pawai obor yang dilakukan oleh warga Jakarta yang bersukacita menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1438 H.

Namun kemudian beredar capture group WhatsApp (WA) yang diduga berasal dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), yang melontarkan kata-kata tak pantas dan menyerang Lieus, di mana dalam caption foto yang dikirim seseorang yang mengatasnamakan PSMTI Pusat bernama Lukas Sutardji itu ditulis, Monyet lagi bawa Obor Kerusuhan.”

Lieus saat dikonfirmasi terkait beredarnya foto dirinya dengan caption yang menghina tersebut, mengaku biasa saja.

“Saya sudah biasa dikata-katai. Bahkan lebih dari sebutan monyet. Saya tak apa-apa. Saya hanya kasihan saja sama orang itu. Dia menuliskan hal seperti itu di media sosial, dan itu membuktikan dia sesungguhnya tak tahu apa-apa,” kata Lieus kepada Beritaindonesi4.com, Sabtu (27/5/2017).

Namun demikian, kata Lieus, munculnya caption di grup WA PSMTI itu menjadi sangat menyedihkan karena organisasi sebesar PSMTI ternyata dihuni oleh orang-orang seperti Lukas Sutardji itu.

Apalagi jika dia ternyata adalah pengurus. Ini menunjukkan PSMTI ternyata diisi oleh orang-orang yang berpikiran kerdil dan sombong,” paparnya.

Lieus menyebutkan, meskipun berbeda agama, namun sejak ia mengikuti berbagai aksi Bela Islam, tak sekalipun ia mendapati adanya kerusuhan di dalam aksi-aksi tersebut.

“Nah, masakan sekarang umat Islam melakukan Pawai Obor untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan dibilang sebagai obor kerusuhan? Ini orang kalau tidak tolol, pastilah sengaja memang ingin memancing keributan,” tegas Lieus.

Padahal dijelaskan Lieus, selama ia mengikuti pawai obor tersebut, sepanjang jalan yang dilalui peserta pawai hanya menggemakan takbir dan salawat nabi.

“Malah para peserta pawai tak segan-segan memungguti sampah di sepanjang jalan yang mereka lalui itu. Lalu di mana kerusuhannya?,” tanya Lieus.

Karena itu Lieus meminta pengurus PSMTI itu segera melakukan klarifikasi dan mengimbau Saudara Lukas Sutardji yang menulis kata-kata itu segera meminta maaf kepada umat Islam.

“Permintaan maaf ini penting agar kemarahan umat Islam terhadap orang Tionghoa tidak semakin mengkristal,” jelas Koordinator Komunitas Tionghoa Anti-Korupsi (KomTak) ini.

Baca Juga : Prediksi Togel HK Hongkong

 photo banner-tiger-toto_zps8yelpyp5.gif